Proses Pembentukan Mental Manusia

Proses Pembentukan Mental memang tidak instan, di perlukan waktu yang panjang dan proses yang melelahkan. Selain itu ada banyak sekali rintangan, tantangan, cobaan bahkan timbul air mata. Akan tetapi jika melihat hasilnya kita baru sadar bahwa semua yang kita hadapi adalah Proses Pembentukan Mental.

Proses Pembentukan Mental diibaratkan seorang pengrajin  keramik. Jadi sebelum menjadi keramik yang indah dan bernilai, panjang sekali proses yang harus dilalui. Sebelum menjadi keramik, awal mulanya adalah seonggok tanah liat yang tidak memilili arti dan nilai. Jika kita diibaratkan seonggok tanah liat yang berproses menjadi keramik yang indah dan cantik tentu banyak sekali cobaan, rintangan, siksaan yang akan kita hadapi bahkan sering menimbulkan air mata.

Dalam kehidupan kita pun, sering kita mengalaminya. Baik itu penyiksan, rintangan, cobaan, namun semuanya itu adalah cara untuk memoles dan membentuk kita agar semakin memiliki daya guna yang lebih tinggi. Untuk menghadapi itu semua diperlukan ketekunan, kesabaran, rela berkorban dan motivasi tinggi agar kita dapat berhasil melewatinya dan menuai hasilnya kelak.

Untuk menjadi seseorang yang berhasil, tidak ada cara instant seperti membalikan telapak tangan. Demikian pula kaitannya dengan pekerjaan kita. Untuk ahli dalam mengerjakan sesuatu, panjang sekali proses yang harus dilalui, tak jarang kesalahan demi kesalahan sering terjadi sampai akhirnya kita bias menjadi orang yang ahli karena telah melakukan banyak sekali kesalahan.

Proses Pembentukan Mental
Berikut ini adalah Proses Pembentukan Mental Manusia:
Pembentukan mental dimulai dari lingkungan keluarga kita, tidak jarang kita mengalami perlakuaan yang keras adri orang tua. Itu semua mereka lakukan tidak lain hanya untuk membentuk kita agar menjadi manusia yang berguna.
Setiap permintaan kita kepada orang tua, tidak selamanya dipenuhi. Itu semata-mata untuk mendidik kita agar bisa menghargai proses, namun yang terjadi kita sering kali terlambat untuk menyadarinya dan bahkan berpikir bahwa mereka tidak menyayangi kita.
Mulai saat ini, renungkanlah apa yang selama ini kita alami dalam keluarga, rangkum semuanya dalam sebuah catatan indah yang kelak bias kita praktekan dalam mendidik Anak.

Tentu kita masih ingat sulitnya masa sekolah. Kita harus mengorbankan waktu bermain kita untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang menjadi bekal kita dalam meraih cita-cita. Setiap hari kita harus menghadapi pelajaran yang sangat membosankan ditambah lagi guru yang tidak bersahabat.

Tidak jarang kita menemukan banyak orang yang berhenti ditengah jalan dimasa sekolah atau kuliah, tentu berbagai alasan muncul namun yang terpenting adalah proses disekolah juga membentuk mental kita untuk menjadi seseorang yang memiliki karakter.

Dimasa sekolah hingga kuliah kita harus berhadapan dengan jadwal yang padat, hal ini menuntuk kedisiplinan kita dalam menjalaninya. Jika kita disiplin, manisnnya prestasi sudah menanti kita diakhir masa sekolah atau kuliah.

Renungkan kembali masa-masa indah ketika Sekolah hingga kuliah, karena itu akan sangat berkesan. Masa itu hanya kita temui satu kali dalam kehidupan kita, jika sudah lepas dari masa sekolah kelak kita akan merindukan masa-masa indah itu.

Jika selepas sekolah atau kuliah kita memilih untuk berkarir sebagai pekerja, kita pasti pernah mengalami masa training. Pada masa ini kita di latih dan di bentuk agar mampu bekerja sesuai dengan bidang pekerjaan kita.

Masa training memiliki peranan penting dalam menciptakan seorang karyawan yang kompeten, oleh karena ini banyak perusahaan yang rela mengeluarkan biaya besar untuk melatih pekerjanya agar memiliki keahlian yang baik. Karyawan adalah investasi jangka panjang sebuah perusahaan, karena masa depan perusahaan sangat ditentukan oleh mutu atau kualitas karyawannya.

Jangan heran ketika menghadapi masa taining ini, instruktur kita begitu memperhatikan disiplin dan ketekunan. Jika kita gagal melewatinya pasti kita akan segera berhenti tidak melanjutkan kembali.

Untuk Anda yang sedang menjalani masa training, bertekun dan sabarlah dalam proses tersebut karena hasilnya akan segera terlihat jika Anda telah bekerja. Kemudian untuk Anda yang telah usai menjalani masa training, tetaplah tekun dalam bekerja dan selalu mengembangkan diri dengan berbagai bidang yang tentunya berkaitan dengan pekerjaan Anda.

Untuk memulai suatu usaha tidak harus dimulai dengan modal yang besar. Yang terpenting adalah tekad dan kemauan untuk berusaha dan berani menerima dan menghadapi resiko.

Dalam dunia usaha, banyak sekali tantangan yang kita hadapi. Mulai dari membangun brand, membangun pelanggan yang loyal dan fanatic hingga melejitkan omzet. Tidak jarang dalam proses mengembangkan usaha, kita sering mengalami jatuh bangun suatu usaha.

Hanya pengusaha sejati yang mempu bangkit dari keterpurukan.

Berikut ini adalah ilustrasi yang telah dikemas dalam sebuah cerita:

Suatu hari, sepasang kakek nenek pergi berbelanja di sebuah took souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudia mata mereka tertuju pada sebuah cangkir yang cantik. “lihat cangkir itu” kata si nenek kepada suaminya. “kau benar, inilah cangkir tercanti yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba tiba cangkir yang dimaksud berbicara. “Terima kasih untuk perhatiannya, peru diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanya seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar ku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop, stop aku berteriak. Tetapi pengrajin itu berkata “belum” lalu ia mulai menyodok dan meninju ku berulang kali. Stop, stop teriak ku lagi. Tetapi pengrajin itu masih saja meninju ku, tanpa menghiraukan teriakan ku. Bahkan lebih buruk lagi, ia memasukan aku ke dalam perapian. Panas, panas ! teriakku dengan keras. Stop, cukup teriak ku lagi. Tapi pengrajin itu berkata “belum”!!

Akhirnya ia mengangkut aku ari perapian itu dan membiarkan aku dingin. Ku pikir selesailah pederitaan ku, oh ternyata belum. Setelah dingin, aku diberikan kepada wanita muda, dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memuakkan, stop, stop aku berteriak.

Wanita itu berkata, “Belum” lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukan aku ke dalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Tolong, tolong segera hentikan penyiksaan ini. Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakan ku. Ia terus membakar ku. Setelah puas menyiksa ku akhirnya aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkat ku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diri ku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapan ku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaan dan kesakitan yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diri ku menjadi sebuah cangkir yang cantik.

Renungan:

Seperti inilah cara Tuhan membentuk kita. Pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagiNya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaanNya.

“Angggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhada kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkan ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Apabila Anda sedang menghadapi ujian, jangan sekali kali berkecil hati karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa Cantiknya Tuhan membentuk Anda.
“Kutipan dari Cerita Cangkir Yang Cantik”

Bagaimana ceritanya, indah bukan?

Kesimpulan:
Mengingat proses yang panjang tersebut, kita sebagai pribadi yang tidak sempurna tentu pernah mengalami pasang surutnya semangat. Tidak jarang kita mulai menyerah menghadapi situasi sulit belum lagi siksaan yang harus kita terima, namun semua itu adalah proses.

Selama proses pembentukan mental berlangsung kita sering kali menyerah pada nasib. Tidak heran kita sering mendengar orang-orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan dapat menjadi lebih baik dan berhasil dari keadaan sebelumnya. Tuhan memang maha adil, untuk menjadikan seseorang berhasil, pasti melewati proses yang panjang.

Hanya orang-orang yang tegar, tangguh, pejuang sejati yang mampu melewati rintangan tersebut yang akan mendapatkan hasilnya. Sementara orang yang mudah menyerah tidak akan pernah mendapatkan keberhasilan. Untuk itu, jadilah orang yang tangguh, tegar, dan tekun dalam menghadapi pencobaan, karena bisa jadi kesuksesan sudah hadir didepan kita jika kita bisa bertahan dan melewati semuanya.

Khusus untuk Anda, silahkan bagikan pengalaman Anda semasa pembentukan mental yang telah Anda alami dikolom komentar. Mungkin saja ada yang menarik dan bisa menjadi inspirasi untuk orang lain…..di tunggu ya!!!


Salam, Daniel by Catatan Inspirasi

Labels: